Minggu Depan Ganji Genap Kendaraan Mulai Berlaku

Ganjil Genap

Walaupun penyebaran virus corona masih belum bisa di selesaikan dengan baik, tapi pemerintah DKI Jakarta sudah memiliki rencana untuk menerapkan kembali peraturan ganjil genal di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Berdasarkan rencana Pemprov, kebijakan pembatasan kendaraan melalui plat nomor polisi ini juga di berlakukan untuk sepeda motor. Jika dulu ganjil genap hanya berlaku untuk mobil, tetapi sekarang ini ada sedikit perubahan dimana kendaran motor juga ikut serta dalam peraturan ini. Dan rencananya kebijakan tersebut akan mulai aktif pada tanggal 12 Juni 2020.

Namun ketika para awak media ingin meminta konfirmasi oleh pihak kepala dinas perhubungan (dishub) DKI Jakarta yaitu Syafrin Liputo mengatakan bahwa sampai sekarang ini Dishub beserta jajaran yang terkait masih dalam proses tahap evaluasi lebih lanjut dan belum resmi di putuskan.

Untuk kebijakan ini masih belum bisa di putuskan, karena harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Untuk waktu keputusan nya akan di tetapkan hari besok yaitu 13 Juni 2020, menurut informasi dari Liputo. Evaluasi yang perlu dilakukan adalah untuk memantau dan melihat situasi terbaru soal lalu lintas Jakarta, dan juga harus lakukan evaluasi mengenai titik kemacetan setelah selama satu minggu PSBB transisi berlangsung. Laporan hasil evaluasi ini akan langsung dikirim oleh pihak gugus tugas.

Baca Juga: Lambordi Vito RSE Diperkenalkan Mercedes-Benz

Selanjutnya hasil evaluasi yang sudah diterima oleh pihak gugus akan kembali dilakukan penilaian dan di pelajari lebih lanjut untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah ganjil genap kali ini perlu dilakukan sesuai pada pergub (peraturan gubernur) pada nomor 52 tahun 2020. Selagi belum ada keputusan dari berlakunya peraturan tersebut, maka setiap masyarakat masih bisa beraktivitas seperti biasanya. Memang benar, sekarang ini ada sedikit kenaikan jumlah kendaraan yang ada dijalanan, tapi tidak menyuluruh dan situasinya hanya pada waktu dan titik lokasi tertentu saja yang mengalami kepadatan.

Anies Baswedan Dengan Kebijakan Ganjil Genap
sumber foto: www.thejakartapost.com

Kesimpulannya adalah tidak semua lokasi di Jakarta yang mengalami kepadatan lalu lintas, sedangkan untuk transportasi umum seperti angkot masih relatif sepi. Walaupun kondisi sekarang ini sudah ramai kembali, tapi tidak sepadat pada saat sebelum pandemi covid-19 ini. Setelah kebijakan dari pemerintah yang memberlakukan new normal, banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berkendara naik kendaraan pribadinya, sehingga transportasi umum masih terlihat sepi.

Sebagai informasi tambahan, bahwa sebelum pak Anies Baswedan selaku gubernur DKI Jakarta memberikan penjelasan bahwa penerapan kebijakan tersebut akan berlaku jika memang itu dibutuhkan. Salah satu tolak ukur untuk memutuskan apakah kebijakan ini bisa langsung diterapkan adalah dilihat dari jumlah kasus penularan virus corona di DKI Jakarta. Tidak hanya itu, hal ini juga terkait dengan pengontrolan jumlah penduduk yang ada di Jakarta dalam beraktivitas di luar rumah. Jika situasi saat ini masih banyak masyarakat yang bekerja dirumah maka kebijakan ini tidak perlu diberlakukan. Tetapi, jika jumlah penduduk yang bekerja diluar rumah cukup banyak maka peraturan pembatasan kendaraan akan segera di berlakukan.

Anies pun memberikan penjelasan tambahan bahwa ada dua kebijakan baru yang kemungkinan akan terjadi, yaitu pertama untuk emergency brake policy dan yang kedua adalah untuk ganjil genap. Kedua kebijakan ini untuk kebaikan setiap penduduk di Indonesia supaya dapat terkendali dengan baik.

Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah selalu memperhatikan data statistik jumlah kasus, jumlah orang yang suka melakukan berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain. Ketika kondisinya bahwa peraturan tersebut perlu diterapkan maka akan segera diterapkan, kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *